LBHCCI
Makassar — (14/07/2025) mobil Mitsubishi hitam telah ditemukan transaksi pengisan solar bersubsidi di SPBU Alauddin pekan lalu bolak balik balik Kluar masuk di SPBU memiliki tangki modifikasi siluman menurut informasi sumber inisial (A) bahawa bukan cuma SPBU Alauddin pak tetapi ada memang berapa SPBU lainya di kota Makassar telah melakukan aks termasuk SPBU bawakaraeng SPBU SPBU Petrani tamamau SPBU KS Tubun SPBU Samata Gowa yang kuat dugaan ada terjalin hubungan kerjasama dengan pihak mafia solar dan pihak SPBU ujar sumber inisial (A) .
yang sama Dan tertutup rapat tenda atasnya kuat dugaan pemilik para mafia bebas keluar masuk di SPBU Akibatnya, program subsidi yang dimaksudkan untuk membantu justru menjadi alat eksploitasi
Menurut informasi sumber inisial (A) yg Enggan di sebut namanya bahwa sekarang itu pak modus yang dilakukan oleh para mafia pake mobil truk tangki siluman diatasnya tertutup rapat tenda berwarna warni.
Pelangsir ini, menggunakan tangki modifikasi, membeli solar subsidi dari SPBU secara berulang-ulang dengan barcode berbeda.
Bahkan mobil yang digunakan pelangsir tangki BBM telah di modifikasi
Lebih parah lagi, praktik ini sering difasilitasi oleh oknum SPBU yang mengabaikan verifikasi barcode untuk mendapatkan keuntungan.
Hal ini, sebagaimana yang terjadi di Kota Makassar ada beberapa SPBU DIduga kerjasama pihak SPBU dan para oknum mafia solar bersubsidi dan beberapa wilayah kota Makassar Sulawesi Selatan memperlihatkan betapa lemahnya pengawasan di lapangan.
Modus operandi ini memberikan dampak besar, terutama pada masyarakat kecil yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama BBM subsidi.
Kelangkaan solar subsidi di SPBU semakin sering terjadi, membuat transportasi umum dan usaha kecil kesulitan beroperasi.
Selain itu, penyimpangan ini mengakibatkan kerugian negara yang signifikan karena subsidi BBM tidak tepat sasaran, membebani anggaran yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan lain.
Lebih jauh, mafia BBM menciptakan ketimpangan sosial yang mencolok. Ketika masyarakat kecil harus antre panjang untuk mendapatkan BBM subsidi, mafia dengan mudah menguasai pasokan tersebut untuk dijual ke industri dengan harga non-subsidi.
Dampaknya adalah persaingan tidak sehat di antara pelaku usaha kecil yang benar-benar membutuhkan BBM untuk kelangsungan usaha mereka.
Solusi untuk masalah ini membutuhkan pendekatan terintegrasi. Pemerintah harus memperkuat sistem digitalisasi di SPBU, seperti menggunakan teknologi real-time atau verifikasi biometrik untuk mencegah manipulasi barcode.
Penegakan hukum yang tegas, termasuk penutupan Yang Terduga SPBU Alauddin yang terlibat dan sanksi berat bagi pelaku, harus menjadi prioritas.
Selain itu, audit berkala oleh tim independen dapat membantu mendeteksi penyimpangan di lapangan.
Pada akhirnya, praktik mafia BBM subsidi adalah bentuk kejahatan terorganisir yang harus dihentikan.
Dengan pengawasan ketat, sistem distribusi yang transparan, dan penegakan hukum yang konsisten, subsidi BBM dapat kembali ke tangan mereka yang benar-benar membutuhkan.
Kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga lembaga pengawas, sangat diperlukan untuk menjaga keadilan dan kesejahteraan rakyat tutupnya.
Tim